Klik Pacitan

Peristiwa

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Rabu, 30 September 2026

Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Pacitan Terima Bantuan



PACITAN – Kabar baik datang bagi para buruh pabrik rokok di Kabupaten Pacitan. Pada Agustus 2026, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT).

Bantuan tersebut menyasar buruh dari tiga perusahaan rokok di Pacitan. Ketiga perusahaan tersebut adalah Mulia Agung, PT PPIS, dan Tunas Mandiri.

Berdasarkan data penerima, sebanyak 271 buruh dari Mulia Agung mendapatkan bantuan. Kemudian 1.489 buruh dari PT PPIS dan 1.181 buruh dari Tunas Mandiri juga tercatat sebagai penerima.

Bantuan yang diberikan masing-masing sebesar Rp600.000 untuk dua bulan. Artinya, setiap penerima memperoleh Rp300.000 per bulan dari program BLT DBHCHT tersebut.

Dalam proses penyaluran, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan Heri Setijono, S.Sos., M.Si., melakukan monitoring secara langsung. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan bantuan tersalurkan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah berharap BLT DBHCHT tersebut dapat membantu meringankan beban kebutuhan keluarga para buruh. Penyaluran bantuan juga menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada pekerja pabrik rokok melalui program yang bersumber dari DBHCHT.

DBHCHT 2026 Perkuat Pelayanan Kesehatan dan Upaya Gempur Rokok Ilegal

 


PACITAN – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) menjadi salah satu instrumen pembiayaan pemerintah daerah yang manfaatnya diarahkan ke sejumlah sektor. Salah satunya adalah pelayanan kesehatan masyarakat.


Pada 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mendapatkan alokasi DBHCHT sebesar Rp8,7 miliar. Sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan RSUD dr. Darsono Pacitan.


Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menyebut terdapat sekitar Rp200 juta yang dialokasikan untuk pengadaan obat-obatan di lingkungan Dinas Kesehatan.


Menurut Daru, penggunaan DBHCHT tahun ini lebih banyak diarahkan pada kegiatan kuratif. Sementara program promotif dan preventif memperoleh dukungan dari BOK dan DAK pemerintah pusat.


“Program promotif dan preventif sebagian besar telah ditopang melalui BOK dan DAK dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.


Selain sektor kesehatan, DBHCHT juga memiliki manfaat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta kegiatan pengawasan dan pemberantasan rokok ilegal. Program tersebut melibatkan pemerintah dan aparat terkait sesuai kewenangannya.


Masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung pemberantasan rokok ilegal. Salah satunya dengan mengenali produk yang tidak memenuhi ketentuan cukai dan tidak membeli maupun mengedarkan rokok ilegal.

Dukungan DBHCHT Perkuat Petani Tembakau di Pacitan

 


PACITAN – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Pacitan menyentuh masyarakat yang berada di sektor pertanian tembakau. Sejumlah manfaat dirasakan petani, mulai dari pelatihan hingga jaminan ketenagakerjaan.


Rinanto, salah satu petani tembakau, mengatakan dirinya mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan pengolahan tembakau. Menurutnya, kegiatan tersebut telah beberapa kali dilakukan di Pacitan.


“Sudah banyak mas pelatihan terkait pengolahan tembakau di Pacitan,” kata Rinanto.


Pelatihan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan petani. Bagi Rinanto, pemahaman tentang pengolahan tembakau dapat membantu petani dalam menjalankan kegiatan setelah masa panen.


Selain peningkatan kapasitas, manfaat DBHCHT juga dirasakan melalui jaminan ketenagakerjaan. Rinanto menyebut pembayaran jaminan tersebut mendapatkan subsidi pemerintah.


“Ya senang dapat jaminan ketenagakerjaan, dibayarkan pemerintah juga mas sampai Oktober (2024) kemarin,” tuturnya.


Petani juga tidak bekerja sendiri. Keberadaan kelompok tani menjadi salah satu wadah untuk berbagi pengetahuan. Anggota kelompok dapat saling menyampaikan pengalaman mengenai persoalan yang dihadapi dalam budidaya tembakau.


“Ada kelompoknya juga mas jadi saling berbagi ilmu terkait masalah tembakau,” ujar Rinanto.


Dari sisi pemasaran, harga tembakau juga menjadi perhatian. Rinanto mengatakan harga tembakau ketika ditemui masih stabil dan cukup bagus. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga sehingga memberikan manfaat bagi petani.

BLT DBHCHT Agustus 2026 Disalurkan kepada 3.075 Warga Pacitan


PACITAN – Sebanyak 3.075 warga di Kabupaten Pacitan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Sosial pada Agustus 2026.


Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara serentak di 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan. Program ini menyasar masyarakat yang masuk dalam kategori penerima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.


Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, mengatakan total penerima BLT DBHCHT untuk kategori tersebut mencapai 3.075 orang. Mereka terdiri dari 2.658 buruh tani tembakau dan 417 penerima dari kategori masyarakat lainnya.


“Total penerima sebanyak 3.075 orang. Terdiri dari 2.658 buruh tani tembakau dan 417 masyarakat lainnya,” kata Heri Setijono.


Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000. Nilai tersebut merupakan akumulasi bantuan selama dua bulan, dengan besaran Rp300.000 setiap bulannya.


Heri menjelaskan, khusus penerima dari kategori buruh tani tembakau, bantuan diberikan kepada pekerja yang terlibat langsung sebagai buruh di lahan tembakau. Sementara kategori masyarakat lainnya ditujukan kepada warga miskin yang belum mendapatkan bantuan sosial lainnya.


“Buruh tani tembakau yang dimaksud adalah pekerja atau buruh di lahan tembakau, bukan pemilik lahannya. Untuk kategori lainnya, sasarannya masyarakat miskin yang belum menerima bantuan sosial lainnya,” jelasnya.


Dinsos Pacitan memastikan proses penyaluran terus dikawal agar bantuan diterima oleh masyarakat yang sesuai kriteria. Pemerintah berharap BLT tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban ekonomi penerima manfaat.

Selasa, 29 September 2026

DBHCHT Bantu Petani Tembakau Pacitan Tinggalkan Cara Kerja Manual



PACITAN – Dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) mendorong penggunaan peralatan modern dalam aktivitas pertanian tembakau di Kabupaten Pacitan.

Kelompok Tani Tembakau Sumber Asih di Dusun Pagutan, Desa Punung, Kecamatan Punung, menjadi salah satu kelompok yang memanfaatkan bantuan tersebut.

Ketua II kelompok tani, Sularno, mengatakan sejumlah pekerjaan pertanian kini dapat dilakukan menggunakan mesin. Kondisi tersebut membuat petani tidak sepenuhnya bergantung pada tenaga manual.

“Kalau dulu membersihkan rumput dilakukan manual dan membutuhkan waktu lama, sekarang sudah bisa memakai kultivator sehingga pekerjaan jauh lebih ringan,” ujarnya.

Selain kultivator, bantuan yang diterima berupa mesin rajang tembakau, toren air dan kendaraan roda tiga. Peralatan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan petani.

Program DBHCHT juga memberikan pelatihan dan pendampingan. Petani mendapatkan materi mengenai pupuk organik dan teknik budidaya tembakau.

Kelompok Tani Tembakau Sumber Asih memiliki sekitar 160 anggota aktif. Para petani menilai dukungan peralatan dan peningkatan kemampuan teknis menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian tembakau.

Kamis, 30 September 2021

Peserta CPNS Tidak Terdeteksi

 


PACITAN - lensapacitan.com, Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar Calon Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Pacitan Telah mulai dilaksanakan sejak kemarin (29/09/21). Pelaksanaan tes ini sendiri dilakukan selama enam hari dikarenakan kapasitas ruang dan prioritas untuk menjaga aturan jaga jarak.


Setiap harinya dibagi menjadi tiga sesi kecuali hari Jum’at. Para peserta setelah hadir, akan diarahkan menuju pos pengecekan identitas. Identitas yang dicek merupakan kartu peserta dan Kartu Tanda Penduduk. Setelah itu peserta akan memasuki ruanga penitipan barang. Mereka akan meninggalkan seluruh barang bawaan dan hanya diperbolehkan membawa pensil, kartu peserta dan KTP.

Tahap selanjutnya adalah melewati metal detector dan verifikasi wajah. Verifikasi menggunakan fitur face recognition. Terdapat beberapa kendala dikarenakan wajah peserta dan foto berbeda sehingga fitur tersebut sulit bekerja. Peserta ini kemudian dibantu oleh panitia penyelenggara untuk memakai beberapa riasan. Hal tersebut dilakukan agar fitur dapat mengenali wajah peserta. Panitia tetap bersifat kooperatif dan membantu meloloskan peserta dalam pemeriksaan.

Selain itu, terdapat peserta yang sedang hamil. Kehamilan peserta menyebabkan berat badan naik sehingga wajah sedikit berubah dan sulit dideteksi oleh fitur. Namun pada akhirnya peserta dapat lolos pengecekan. Pengawasan dilakukan secara ketat bukan hanya terkait Protokol Kesehatan melainkan verifikasi identitas para peserta. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan. 

Sugeng Budianto PLT Kabid Pengadaan dan Pemberhentian BKPPD mengatakan bahwa meskipun beberapa kendala terjadi, tetapi kami tidak lantas menggugurkan peserta  karena hal sepele, dan membantu mereka agar dapat lolos pengecekan tanpa kecurangan apapun. (umi/not) 

Rabu, 29 September 2021

Guna Percepatan Penyaluran Dak Fisik KPPN Pacitan Gelar Rakor


PACITAN, lensapacitan.com, Kepala KPPN Pacitan mendorong percepatan penyaluran DAK Fisik Triwulan ke II dan Dana Desa tahun 2021 yang menyisakan waktu sebulan lagi. Pihaknya meminta komitmen dan sinergi kepala OPD, sehingga penyaluran berjalan dengan lancar dan tepat sasaran sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Rakor kali ini berlangsung menarik, masing-masing OPD silih berganti menyampaikan kendala dan pertanyaan kepada narasumber, terkait terkait syarat dan batas waktu penyaluran dak fisik melalui KPPN Pacitan. Rakor yang digelar di ruang rapat kantor Pengelola Keuangan Daerah (KPPN) Pacitan ini dihadiri, oleh perwakilan BPKAD Kabupaten Pacitan, Organisasi Perangkat Daeah pelaksana Dak Fisik dan Inspektorat.

“Kami sengaja mengundang Skpd untuk meminta komitmen dalam percepatan pencairan anggaran Dak Fisik triwulan II. Kata Ana sariasih Kepala KPPN Pacitan usai memimpin rakor (25/9/2021).

Diharapkan dapat mendeteksi berbagai kendala atau hambatan yang mungkin terjadi dalam proses penyaluran Dak Fisik dan dana desa dan mendorong supaya Skpd yang belum ada peningkatan, bisa segera melengkapi persyaratan.

“mudah-mudahan semua berjalan lancer, sehingga bisa segera disalurkan sebelum batas waktu yang telah ditentukan,” lanjut Ana.

Pada triwulan ke II tahun 2021, Pemda Pacitan memperoleh Dak Fisik sebesar Rp 120.343.180.000 dan hingga akhir bulan September ini baru terealisasi sebesar 23,21 %. Persentase itulah yang membuat KPPN Pacitan mengundang seluruh OPD penerima Dak fisik.

Alokasi untuk tahun 2021 meliputi pagu untuk Dak fisik reguler untuk bidang jalan, kesehatan dan keluarga berencana, dan pendidikan. Sedangkan pagu Dak penugasan meliputi alokasi untuk bidang air minum, irigasi, kelautan dan perikanan, kesehatan dan keluarga berencana, lingkungan hidup dan kehutanan, pertanian, perumahan dan permukiman dan sanitasi.

Sementara itu, Kasubdit Perbendaharaan BPKAD Kabupaten Pacitan, Hendro Harmoko, mengatakan Skpd harus terus proaktif berkoordinasi dengan inspekotar, karena bpkad baru akan mencairkan setelah SKPD melakukan review aktif terlebih dahulu.

“SKPD jangan hanya menunggu informasi dari kami maupun KPPN, merekalah yang harus aktif bertanya jika mengalami kendala atau permasalahan review di Inspektorat,” jelas Hendro.

Sementara itu realisasi penyerapan anggaran dana desa di Kabupaten Pacitan cukup menggembirakan, dari pagu Rp 151.108.021.000, terserap sebanyak 82,5% bahkan Kabupaten Pacitan berada di ranking 5 Jawa Timur. (not)

 

Berangkat Sekolah, Seorang Pelajar Tewas Tabrak Truk Pasir


KEBONAGUNG –lensapacitan.com, Hendak berangkat menimba ilmu, seorang pelajar SMP di Pacitan, Jawa Timur, terlibat kecelakaan maut. Motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk pasir hingga korban meregang nyawa.

Nasib nahas dialami Anton 13 tahun , Pelajar asal Dusun Jambu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo Pacitan. Saat dia melintas di jalur lintas selatan, Desa Gawang, Kecamatan kebonagung. Motor Honda Beat yang dikendarainya bertabrakan dengan truk bermuatan pasir yang dikemudikan Awang,  dusun Soge, desa Sidomulyo, Ngadirojo.

Kejadian bermula ketika Anton melaju dari rumahnya untuk menuju sekolah, sesampainya di tikungan Gawang , korban yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga melewati pembatas jalan.

Dari arah berlawanan, ada kendaraan roda empat yang dikemudikan Awang, karena jarak terlalu dekat, kecelakaan pun tak dapat terhindarkan.

“Pengendara roda dua mengalami luka serius pada kepala tangan dan kaki, dan meninggal dunia saat menjalani erawatan, sedangkan pengemudi truk menglami luka ringan,” jelas Bripka Andri Dwi Wicaksono, Banit Laka Polres Pacitan.

Anggota Unit laka lantas Polres pacitan yang datang ke lokasi langsung memintai keterangan sejumlah saksi dan mengamankan kedua kendaraan yang telibat laka. (not)

Sejumlah Calon PNS Gugur Sebelum Ikuti Tes


PACITAN - lensapacitan,com, Seleksi kompetensi dasar calon pegawai negeri sipil Kabupaten Pacitan telah dimulai hari ini. Sebanyak 1.372 peserta, dari jumlah tersebut 172 diantaranya mengikuti tes di luar daerah. Tes dilaksanakan  selama 6 hari dengan tiga sesi dalam satu hari kecuali hari jumat. Para keluarga peserta kini dapat memantau hasil tes secara online. 

Meninjau langsung uji SKD di kampus AKN Pacitan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menilai, proses seleksi penerimaan CPNS semakin terbuka. Bahkan, real time masyarakat bisa memantau langsung hasil tes para peserta via online. Pula, seleksi menggunakan teknologi digital yang minim kecurangan. Termasuk, pemeriksaan ketat saban peserta jelang masuk ruang ujian. CPNS ini, kami lihat sistem yang sekarang dibangun jauh lebih baik, kita semua bisa monitor, masyarakat semua bisa lihat hasilnya, papar Aji saat kunjungan  (29/9/2021)

Animo pendaftar yang tak sebanding dengan kuota membuat Aji meminta para peserta legowo. Saat, terpaksa gugur dalam seleksi. Terlebih, mayoritas formasi hanya satu yang dicari. Meskipun diakuainya kebutuhan pegawai di Pacitan kian membengkak. Seiring, banyaknya tenaga ASN yang pensiun, purna masa jabatan. kebutuhan tenaga kontrak akan kita lihat kondisi perangkat daerah dan sekolah, kalau kita hitung nantinya cukup kenapa diteruskan, sebaliknya kalau masih kurang tentu kita masih butuh tenaga itu, terangnya

Terpisah, Kepala BKPPD Pacitan Supomo mengatakan, tes SKD bakal diselesaikan dalam 6 hari. Mulai Rabu (29/9/2021) hingga Senin (4/10/2021) depan. Dihari pertama sedikitnya empat peserta telah dinyatakan gugur lantaran absen ujian di sesi pertama. Ujainnya kita laksanakan tepat waktu, kalau sampai batas tidak hadir langsung kita nyatakan gugur, tambah Supomo (umi/not) 

Selasa, 28 September 2021

Tanggap Potensi Tsunami, Rumah Zakat Rancang Simulasi bersama Pentahelix


PACITAN, lensapacitan.com, Gempa bumi berkekuatan 8,7 Skala Richter mengguncang Pacitan pada Kamis 30 September 2021. Gempa tersebut mengakibatkan Tsunami yang berdampak pada pesisir Jawa timur termasuk Kabupaten Pacitan. Hanya dengan waktu 26 menit air laut menerjang Pacitan dengan ketinggian gelombang mencapai 28 meter. 

Ini adalah penggalan kerangka acuan kerja (KAK) simulasi evakuasi mandiri menuju Tempat Evakuasi Akhir (TEA) sesuai protokol kesehatan yang akan disimulasikan pekan depan. Kerangka tersebut disusun kemarin (27/9/2021) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan. 

Kerangka skenario simulasi ini dibuat oleh berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pacitan, mahasiswa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), komunitas dan sejumlah relawan di Pacitan, termasuk relawan Rumah Zakat. 



Dalam simulasi tersebut relawan Rumah Zakat bersama kelompok binaan yang berada di Desa Sirnoboyo dan Desa Kembang turut berperan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan simulasi pada bulan Oktober nanti. 

"Ada dua kelompok besar dampingan Rumah zakat, yaitu FPRB Desa Sirnoboyo, dan Jangkar Segoro Kidul juga akan kami libatkan, selain untuk mendukung simulasi tersebut juga untuk menambah wawasan mitigasi bencana sehingga dapat membentuk masyarakat pesisir yang semakin tangguh, " kata Indar Siswoyo, Relawan Rumah Zakat.

Ternak Murai Medan Raup Omzet Jutaan


PACITAN, lensapacitan- Berawal dari hobi, seorang Fisioterapi sukses beternak burung murai medan. Dari usahanya itu, pendapatan jutaan rupiah pun mampu ia kantongi setiap bulannya. Di ruangan dua kali dua meter inilah, burung-burung murai medan milik Lutfi Ardianto dikembangbiakkan. Dengan telaten, setiap hari pemuda 28 tahun ini merawat satu persatu burung murainya. ”awalnya satu pasang akhirnya berkembang menjadi banyak,”ujarnya.

Usaha budidaya tersebut berawal dari kecintaan Lutfi terhadap burung kicau, terutama murai medan. sejak  2016 lalu Lutfi memantapkan untuk beternak murai medan di rumahnya di Dusun  Sundeng Desa Bangunsari Kecamatan Pacitan. Awalnya ia hanya membeli sepasang burung murai kualitas asal Sumatera, untuk dijadikan indukan. Berbekal ketelatenannya, indukan murai medan tersebut berhasil menetas dan terus dikembangkan hingga memiliki delapan pasang  burung murai medan. “awal mula sekedar  coba-coba, ternyata sanggat prospektif jika ditekuni,” tambahnya.

Pendapatan hingga  jutaan rupiah  mampu ia kantongi dari penjualan burung murai medan, Lutfi menjual anakan murai hasil ternakannya mulai dari dua  hingga tiga juta rupiah, tergantung kualitas suaranya. Untuk menghasilkan anakan murai medan yang berkualitas, Lutfi sengaja memilih indukan yang sudah terbukti memiliki kicauan yang bagus. Desain ruangan juga dibuat sealami mungkin, agar burung nyaman dan tidak stress, saat proses perkawinan.

”selama bertenak murai banyak kendala yang kami hadapi, seperti penjodohan atau bertelur tidak pada tempatnya, namun kami selau tahu solusinya,”urainya.

Anakan murai medan hasil ternakan Lutfi, mampu terjual hingga ke Jawa Tengah. Seperti Solo dan Jogjakarta, Berkat usaha tersebut ia mampu menambah penghasilanya sebagai fisioterapi di Puskesmas Arjosari. ia juga mengaku selama pandemi ini, sanggat mempengaruhi penghasilanya. 

"jadi biasanya banyak pembeli dari luar yang datang. sekarang ini paling hanya dari Pacitan saja," ucapnya.(nch/not)

Minggu, 26 September 2021

Seleksi Terbuka Jaring Aparatur Siap Kerja

 


PACITAN,Lensa Pacitan – Pemerintah Desa Widoro, Pacitan tak ingin layanan masyarakat di desanya tidak optimal. Untuk itu kekosongan Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan dan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan selama setenga tahun terakhir buru-buru diisi melalui penjaringan perangkat desa yang digelar, kemarin (26/9/2021). ‘’Kami adakan penjaringan agar pelaksanaan kegiatan pemerintahan di Desa Widoro berjalan normal kembali,’’ ungkap Kepala Desa Widoro Hudiono.

Menurutnya penjaringan tersebut sekaligus membuka kesempatan kepada generasi muda desanya untuk ikut berkolaborasi membangun desa. Mereka juga diberikan syarat mampu menguasai program komputer microsoft word dan excel serta Autocad agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik. ‘’Kami ingin tenaga yang siap kerja dan berkomitmen,’’ tegasnya.



Ketua Panitia Penjaringan Perangkat Desa Widoro Marsandi menyebut bahwa penjaringan perangkat desa melalui 10 tahapan. Saat ini masuk tahapan ketujuh berupa ujian komputer dan menjawab pertanyaan umum berbasis Computer Assisted Test (CAT). Ujian dilakukan secara transparan dengan menyediakaan layar monitor yang bisa dipantau tokoh dan lembaga, dan masyarakat desa. ‘’Di akhir seleksi juga bisa dilihat sendiri hasilnya,’’ tambahnya.

Menurutnya penjaringan perangkat tersebut diikuti 34 peserta. Dua diantaranya tak lolos syarat administrasi. Sedangkan syarat dan kriterianya sesuai dengan regulasi Perbub Nomor 9/2019 dan Perda Nomor 9/2018. Hasil penjaringan menurutnya akan diserahkan kepada kepala desa. ‘’Sesuai tahapan peserta dengan nilai terbaik akan dilantik tanggal 2 Oktober mendatang,’’ bebernya.

Budhi Syamsuhari peserta seleksi Kasi Layanan Desa Widoro menyambut baik pelaksanaan penjaringan perangkat desanya. Apalagi pelaksanaan dilakukan secara transparan dan profesional. Untuk itu, dia pun bakal legowo dengan hasil seleksi yang diikutinya tersebut. ‘’Sedangkan selama tes berlangsung juga tak ada kendala,’’ imbuhnya. (ncy/not) 

Jumat, 24 September 2021

PT INKA-kemenko Marves Kembangkan Peti Kemas Ikan Laut


PACITAN, lensapacitan.com - PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA uji ketahanan prototipe reefer container di Pelabuhan Tamperan, Pacitan, (23/9/2021). Guna menjawab kebutuhan transportasi hasil ikan laut yang aman, segar dan berkualitas.

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro menjelaskan selama ini ada kesulitan dalam pengiriman hasil laut. Karenanya, diperlukan sebuah peti kemas dengan sistem teknologi yang canggih. ‘’Selama ini pengiriman hasil laut hanya menggunakan segala macam es untuk pendinginannya,’’ ujarnya.

Budi mendorong enginering PT INKA untuk terus berinovasi dalam risetnya hingga tercipta peti kemas yang berkualitas. Enginering melakukan uji statis endurance guna menakar kualitas dan kinerja sistem automatisasi serta ketahanan dalam menghadapi guncangan  gelombang laut. ‘’Nanti uji endurance-nya dibuat sampai ke laut. Saya harapkan, secara teori prototipe ini sudah bisa digunakan,’’ tuturnya.

Pengangkutan hasil laut sampai ke dalam peti kemas memanfaatkan sistem hybrid di dalam prototipe. Pengisian daya power suplainya menggabungkan sel surya, baterai dan generator. Bodinya menggunakan polyurethane foam dengan kerangka kontruksi stainless steel yang mampu menjaga temperatur hingga minus 22 derajat sehingga kualitas ikan tetap terjaga sampai tujuan. ‘’Kita integrasikan solar panel dengan baterai dan genset diesel agar nelayan tidak bergantung dengan bahan bakar minyak (BBM),’’ tegasnya.

Ada empat jenis prototipe reefer container yang akan dibuat PT INKA menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang. Berupa mini reefer container dengan kapasitas mulai 1 ton, 5 ton, 20 feet dan 40 feet disesuaikan kebutuhan international shipping. ‘’Kami targetkan Desember selesai standardisasi dan uji sertifikasi agar Januari 2022 sudah dapat diproduksi masal,’’ terangnya.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mendorong kesiapan produksi dalam negeri. Diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sumber daya agro maritim, terutama perikanan. ‘’Potensi laut kita sangat besar. Terimakasih PT INKA yang telah menciptakan inovasi ini,’’ tutur Amalyos Chan, Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves.

Amalyos menegaskan nantinya prototipe reefer container segera diproses SNI dan TKDN-nya. Agar karya anak bangsa ini sanggup bersaing dan tidak kalah produksi luar negeri. ‘’Dengan inovasi ini kita bisa berdaulat dan mandiri. Tidak lagi bergantung dengan produk luar negeri,’’ pungkasnya. (nch/not)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi